Akulaku Finance

Strategi Konservatif Akulaku Finance Berbuah Manis, Pembiayaan Tembus Rp7,44 Triliun dan Laba Melonjak Tajam Sepanjang Tahun 2025

Strategi Konservatif Akulaku Finance Berbuah Manis, Pembiayaan Tembus Rp7,44 Triliun dan Laba Melonjak Tajam Sepanjang Tahun 2025
Strategi Konservatif Akulaku Finance Berbuah Manis, Pembiayaan Tembus Rp7,44 Triliun dan Laba Melonjak Tajam Sepanjang Tahun 2025

JAKARTA - Pertumbuhan industri pembiayaan digital terus menunjukkan dinamika yang menarik dalam beberapa tahun terakhir, terutama seiring meningkatnya penggunaan layanan keuangan berbasis teknologi oleh masyarakat. Di tengah kompetisi yang semakin ketat, PT Akulaku Finance Indonesia mencatatkan kinerja yang cukup menonjol sepanjang tahun lalu.

Kinerja tersebut tidak hanya terlihat dari meningkatnya nilai penyaluran pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga kualitas portofolio secara sehat. Kombinasi antara pertumbuhan bisnis dan penerapan manajemen risiko yang konservatif menjadi salah satu faktor utama yang mendorong capaian tersebut.

Pertumbuhan Pembiayaan Capai Rp7,44 Triliun

Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor menyampaikan bahwa total penyaluran pembiayaan sepanjang tahun lalu mencapai Rp7,44 triliun (unaudited). Angka tersebut meningkat 23 persen dibandingkan pencapaian pada 2024 secara year-on-year (yoy).

“Pertumbuhan ini juga menyeimbangi dari penerapan manajemen risiko yang cukup konservatif. Pertumbuhan kami in fact di tahun lalu itu mencapai Rp7,4 triliun, jadi (meningkat) dibandingkan tahun sebelumnya di tahun 2024 (yang) mencapai Rp6 triliun,” kata Perry Barman Slangor di Jakarta, Kamis sore (5 Maret).

Ia menjelaskan bahwa peningkatan pembiayaan tersebut menunjukkan bahwa strategi perusahaan dalam mengembangkan bisnis tetap berjalan sesuai rencana. Pada saat yang sama, perusahaan tetap menjaga prinsip kehati-hatian agar pertumbuhan yang dicapai tidak mengorbankan kualitas portofolio pembiayaan.

Pertumbuhan tersebut juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital yang ditawarkan perusahaan. Selain itu, peningkatan aktivitas transaksi di berbagai platform digital turut berkontribusi terhadap naiknya volume pembiayaan sepanjang tahun lalu.

Transaksi Tinggi Didominasi Layanan Paylater

Perry menuturkan, pertumbuhan tersebut didukung oleh tingginya volume transaksi yang mencapai 46,5 juta kali transaksi. Aktivitas transaksi tersebut terutama berasal dari pembiayaan produk Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater yang menjadi salah satu layanan unggulan perusahaan.

Produk paylater dinilai semakin diminati oleh masyarakat karena memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi dengan sistem pembayaran yang fleksibel. Model pembiayaan ini juga memungkinkan konsumen mengatur pengeluaran mereka dengan cara mencicil pembayaran dalam jangka waktu tertentu.

Ia mengatakan, kontribusi produk tersebut mendominasi pendanaan yang disalurkan perseroan hingga dengan porsi 89 persen dari total keseluruhan portofolio pembiayaan perusahaan. Dominasi ini menunjukkan bahwa layanan paylater masih menjadi motor utama dalam mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.

Selain itu, peningkatan transaksi melalui layanan paylater juga memperlihatkan perubahan perilaku konsumen dalam memanfaatkan layanan keuangan digital. Kemudahan akses, proses yang cepat, serta integrasi dengan berbagai platform belanja membuat layanan ini semakin populer di kalangan pengguna.

Profitabilitas Perusahaan Ikut Melonjak Signifikan

“Dan pertumbuhan ini not just on the top line (tidak hanya fokus pada pendapatan), tapi juga kami dapat nge-manage (mengelola) juga di middle line (laba kotor), sehingga bottom line (laba bersih) kami secara profitability (profitabilitas) itu juga tumbuh dengan sangat baik," ujar Perry.

Ia mengungkapkan, capaian laba atau profitabilitas perusahaan melonjak 66 persen yoy. Nilai tersebut meningkat dari Rp65 miliar pada 2024 menjadi Rp108 miliar pada 2025.

Peningkatan laba tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis perusahaan tidak hanya terjadi pada sisi penyaluran pembiayaan. Perusahaan juga berhasil mengelola efisiensi operasional sehingga mampu meningkatkan kinerja keuangan secara keseluruhan.

Selain itu, peningkatan profitabilitas juga mencerminkan efektivitas strategi bisnis yang diterapkan oleh manajemen perusahaan. Dengan menjaga keseimbangan antara ekspansi dan pengelolaan risiko, perusahaan mampu mempertahankan kinerja yang positif sepanjang tahun.

Kualitas Portofolio Tetap Terjaga Sehat

Selain laba, ia menyatakan bahwa nilai piutang pembiayaan yang dikelola atau managed loan receivables juga tercatat meningkat hingga mencapai angka Rp2,5 triliun. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa skala bisnis perusahaan terus berkembang seiring bertambahnya aktivitas pembiayaan yang dilakukan.

Meski penyaluran pembiayaan dan transaksi naik signifikan, Perry mengatakan indikator rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing net mampu ditekan dan dijaga pada level yang sangat sehat. Rasio tersebut tercatat berada di angka 1,1 persen sepanjang periode tersebut.

Angka tersebut menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menjaga kualitas kredit meskipun volume transaksi terus meningkat. Pengelolaan risiko yang disiplin menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan tingkat kesehatan portofolio pembiayaan.

Ia menuturkan, perseroan juga mencatatkan rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio yang cukup stabil serta masih tergolong rendah. Rasio tersebut berada di level 2 kali yang menunjukkan struktur permodalan perusahaan masih dalam kondisi terkendali.

Kondisi tersebut memberikan ruang yang cukup bagi perusahaan untuk terus mengembangkan bisnis di masa mendatang. Dengan struktur keuangan yang stabil, perusahaan dapat lebih fleksibel dalam memperluas penyaluran pembiayaan.

"Jadi di tahun 2025 adalah basically (pada dasarnya) tahun di mana kami dapat tumbuh secara sehat, berkelanjutan dengan praktek majemen risiko yang konservatif," imbuhnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perusahaan tetap menempatkan prinsip kehati-hatian sebagai fondasi utama dalam menjalankan strategi bisnisnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index