DKI JAKARTA — Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Danantara Development Management Fund (DDMF) sebagai kendaraan investasi negara yang difokuskan untuk membiayai proyek strategis berdurasi panjang. Dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat (14/8/2026), Prabowo menegaskan DDMF dirancang untuk mengisi celah pembiayaan yang selama ini tidak bisa ditutup oleh investasi komersial jangka pendek maupun APBN.
"Saya ingin masyarakat mengenal Danantara Development Management Fund atau DDMF. Danantara adalah dana kedaulatan kita. Danantara harus menjadi instrumen pembangun kapasitas bangsa untuk puluhan tahun mendatang," ujar Prabowo di hadapan para anggota legislatif.
Dua Proyek Prioritas yang Masuk Portofolio DDMF
Prabowo memaparkan setidaknya dua proyek besar yang akan menjadi konsumsi awal DDMF. Pertama, ekosistem kendaraan nasional yang mencakup mobil dan motor listrik. Kepala Negara mengklaim fasilitas produksi mobil nasional telah berdiri di Subang, Jawa Barat, dengan target produksi massal pada akhir 2028.
"Fasilitas sudah dibangun di daerah Subang. Proyek motor nasional juga telah kita luncurkan. Ekosistem motor nasional sudah bekerja. Dua perusahaan swasta besar telah bekerja. Dua BUMN juga telah mulai produksi motor listrik," ungkapnya.
Kedua, pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul raksasa untuk mengamankan pantai utara Pulau Jawa. Proyek ini dinilai krusial mengingat risiko bencana yang mengintai wilayah pesisir.
Belajar dari Belanda, Bukan Menunggu Bencana
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya langkah antisipatif dalam pembangunan infrastruktur perlindungan. Ia membandingkan dengan pendekatan Belanda yang membangun infrastruktur pertahanan pantai jauh sebelum bencana terjadi.
"Ini mutlak harus kita lakukan. Jangan kita tunggu bencana datang. Kita harus belajar dari negara lain. Negara Belanda membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana. Giant Sea Wall di Belanda kini melindungi jutaan penduduk Belanda dan menjadi simbol kemampuan teknologi nasional Belanda," jelasnya.
Arti Pembentukan DDMF bagi Pelaku Bisnis dan Investor
Bagi pelaku industri, kehadiran DDMF membuka peluang keterlibatan swasta dalam proyek-proyek yang selama ini terganjal keterbatasan fiskal negara. Skema pembiayaan yang dipisahkan dari APBN memungkinkan proyek padat modal dengan periode pengembalian panjang berjalan tanpa mengganggu keseimbangan anggaran tahunan.
Investor juga perlu mencermati arah kebijakan ini sebagai indikator prioritas pembangunan pemerintah ke depan. Sektor manufaktur otomotif dan infrastruktur kelautan menjadi dua area yang paling mungkin merasakan dampak langsung dari injeksi dana DDMF. Namun, detail mengenai struktur pendanaan, sumber modal awal, serta tata kelola DDMF masih dinantikan pelaku pasar untuk menilai kredibilitas lembaga ini.