MPR RI Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan Emir Qatar, Tegaskan Sikap Dukungan untuk Palestina

MPR RI Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan Emir Qatar, Tegaskan Sikap Dukungan untuk Palestina
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani dalam Sidang Tahunan MPR di kompleks parlemen, Jumat (14/8/2026).

JAKARTA — Duka cita mendalam disampaikan jajaran pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI atas wafatnya dua pemimpin negara sahabat. Ketua MPR Ahmad Muzani secara khusus menyebut kepergian Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, sebagai kehilangan besar bagi dunia Islam.

Ucapan belasungkawa tersebut mengemuka dalam Sidang Tahunan MPR yang dirangkaikan dengan Sidang Bersama DPR-DPD dan Rapat Paripurna di kompleks parlemen, Jumat, 14 Agustus 2026. Muzani menyebut kedua tokoh tersebut wafat di tengah situasi konflik global yang masih memanas.

"Perang juga membawa korban bagi pemimpin Iran. Karena itu, dalam forum yang mulia ini, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Rahbar Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei," ujar Muzani dalam pidatonya di hadapan para anggota dewan.

Sikap Tegas Indonesia untuk Palestina Tak Pernah Bergeser

Di tengah duka tersebut, MPR menegaskan kembali pijakan politik luar negeri Indonesia yang konsisten terhadap isu Palestina. Ahmad Muzani menekankan bahwa dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina merupakan amanat konstitusi dan sejarah panjang bangsa Indonesia.

"Dalam persoalan Palestina, sikap Indonesia tidak pernah berubah dan tidak bergeser. Dukungan atas perjuangan Palestina bukanlah permusuhan terhadap suatu agama atau bangsa," tegas Muzani.

Mengapa Indonesia Konsisten Membela Palestina?

Menurut Muzani, akar dukungan ini bukan sekadar solidaritas politik, melainkan lahir dari pengalaman empiris bangsa Indonesia yang pernah dijajah. Prinsip tersebut mendorong Indonesia untuk tidak tinggal diam ketika masih ada bangsa lain yang hidup di bawah pendudukan dan kekerasan.

"Kami (Indonesia) mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka, berdaulat, dan hidup secara bermartabat di tanah airnya sendiri," tandas Ketua MPR RI tersebut.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia yang independen dan tidak memihak pada blok kekuatan tertentu, melainkan berpihak pada nilai keadilan dan kemanusiaan yang menjadi fondasi politik bebas aktif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index