Hutama Karya Rampungkan RSUD Kota Bima, Menteri Kesehatan Tinjau Langsung Kesiapan Operasional 2026

Selasa, 03 Maret 2026 | 08:51:30 WIB
Hutama Karya Rampungkan RSUD Kota Bima, Menteri Kesehatan Tinjau Langsung Kesiapan Operasional 2026

JAKARTA - Kehadiran rumah sakit baru di wilayah timur Indonesia kembali menjadi sorotan setelah proyek strategis ini dinyatakan tuntas sepenuhnya. PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) merampungkan pembangunan RSUD Kota Bima sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan layanan kesehatan nasional.

Fasilitas kesehatan tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, pada Jumat, 27 Februari 2026. Peninjauan berlangsung di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana siap digunakan sesuai standar yang ditetapkan. Selain itu, alat kesehatan dan kesiapan tenaga medis turut menjadi fokus sebelum rumah sakit beroperasi penuh.

Proyek pembangunan RSUD Kota Bima telah mencapai progres fisik 100 persen pada akhir Desember 2025. Saat ini, fasilitas tersebut memasuki tahap finalisasi operasional sebelum resmi melayani masyarakat.

Kehadiran Menteri Kesehatan dalam agenda tersebut didampingi jajaran manajemen PT Hutama Karya (Persero). Turut hadir Direktur Operasi II Mardiansyah serta Executive Vice President Divisi Gedung Nyoman Endi Mahendra.

Sinergi Pemerintah dan BUMN Perkuat Layanan Kesehatan Daerah

Momentum peninjauan ini juga dihadiri sejumlah kepala daerah sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor. Hadir Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, dan Bupati Bima Ady Mahyudi.

Keterlibatan pemerintah pusat, daerah, dan BUMN mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sistem layanan kesehatan regional. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan akses kesehatan yang lebih merata dan berkualitas.

Dalam agenda peninjauan, Menteri Kesehatan memeriksa langsung berbagai fasilitas utama rumah sakit. Ruang CT-Scan, ruang operasi, unit perawatan intensif, serta peralatan medis pendukung menjadi bagian dari evaluasi lapangan.

Selain melakukan pengecekan teknis, Menteri Kesehatan juga mengapresiasi kualitas pembangunan yang telah diselesaikan. Sejumlah catatan teknis turut disampaikan sebagai bagian dari penyempurnaan sebelum operasional penuh dimulai.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, ”RSUD Kota Bima dibangun sebagai rumah sakit tipe C untuk mendukung implementasi layanan prioritas nasional KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak). Kehadirannya diharapkan memperkuat akses layanan spesialis bagi masyarakat Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu sehingga penanganan kasus prioritas dapat dilakukan lebih cepat tanpa perlu rujukan ke luar daerah," ujarnya.

Fasilitas Lengkap dan Gedung Tiga Lantai Berstandar Modern

Secara teknis, gedung utama RSUD Kota Bima terdiri dari tiga lantai dengan luas kurang lebih 7.557 meter persegi. Fasilitas ini dirancang untuk menunjang pelayanan medis komprehensif sesuai standar rumah sakit tipe C.

Di dalamnya tersedia Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang siap melayani kasus kegawatdaruratan sepanjang waktu. Selain itu, terdapat poliklinik spesialis untuk menunjang layanan kesehatan rujukan regional.

Rumah sakit ini juga dilengkapi ruang operasi dengan standar keselamatan medis yang ketat. Unit perawatan intensif atau ICU turut disiapkan untuk menangani pasien dengan kondisi kritis.

Fasilitas NICU dan PICU juga tersedia guna menangani pasien bayi dan anak dengan kebutuhan perawatan khusus. Keberadaan unit tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung layanan Kesehatan Ibu dan Anak.

Layanan radiologi, farmasi, serta rehabilitasi medik melengkapi sistem pelayanan terpadu di rumah sakit ini. Berbagai fasilitas penunjang lainnya turut dihadirkan demi memastikan pelayanan berjalan optimal.

Tambahan gedung rawat inap tiga lantai dengan kapasitas 100 tempat tidur juga telah disiapkan. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tampung pasien secara signifikan.

Harapan Besar Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa “keberadaan rumah sakit ini akan mempercepat penanganan penyakit prioritas di wilayah timur provinsi serta dapat membantu masyarakat Bima dan sekitarnya tidak lagi harus berobat ke luar daerah untuk memperoleh layanan spesialis," ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya fasilitas ini dalam memperpendek rantai rujukan medis.

Kehadiran RSUD Kota Bima juga disambut positif oleh masyarakat setempat. Chamim (24), warga Rabadompu yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil, menyampaikan harapannya agar layanan kesehatan semakin mudah dijangkau.

Ia berharap rumah sakit tersebut dapat segera beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Antusiasme masyarakat menjadi indikator penting atas kebutuhan fasilitas kesehatan representatif di wilayah tersebut.

RSUD Kota Bima direncanakan mulai melayani masyarakat pada Juli 2026. Operasional penuh akan dilakukan setelah seluruh tahapan finalisasi sarana, prasarana, dan kesiapan sumber daya manusia kesehatan rampung.

Komitmen Hutama Karya terhadap Infrastruktur Kesehatan Nasional

Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana Harian Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menekankan pentingnya proyek ini bagi perusahaan. Ia menyebut penyelesaian RSUD Kota Bima sebagai bukti komitmen dalam menghadirkan infrastruktur kesehatan yang andal dan aman.

Menurutnya, setiap tahap pembangunan dilakukan dengan pengendalian mutu yang ketat. Aspek keselamatan kerja juga menjadi prioritas utama selama proses konstruksi berlangsung.

“Dalam setiap tahap pembangunan, kami menerapkan pengendalian mutu dan keselamatan kerja yang ketat, disertai pengawasan menyeluruh agar hasilnya sesuai standar tinggi. Kami berharap rumah sakit ini tidak hanya rampung tepat waktu, tetapi juga mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas sistem kesehatan di Nusa Tenggara Barat,” ujar Hamdani.

Penyelesaian proyek ini memperlihatkan peran aktif BUMN dalam pembangunan sektor kesehatan nasional. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

Dengan rampungnya pembangunan fisik dan memasuki tahap operasional, RSUD Kota Bima diharapkan segera memberikan dampak nyata. Keberadaannya menjadi simbol penguatan layanan kesehatan regional yang lebih cepat, dekat, dan terjangkau bagi masyarakat.

Terkini