Prabowo Subianto Hadiri Board of Peace Dorong Peran Global

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:42:17 WIB
Prabowo Subianto Hadiri Board of Peace Dorong Peran Global

JAKARTA - Langkah diplomasi Indonesia kembali menguat melalui partisipasi presiden dalam forum perdamaian internasional. 

Kehadiran ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam terlibat sejak awal pembentukan agenda global. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperjuangkan kepentingan kemanusiaan dan stabilitas kawasan.

Partisipasi Indonesia menandai komitmen aktif dalam upaya menciptakan perdamaian dunia. Pemerintah memandang keterlibatan langsung sebagai bagian dari tanggung jawab moral di tingkat internasional. Forum ini juga diposisikan sebagai wadah diplomasi yang membuka dialog lintas negara.

Kehadiran presiden dinilai sebagai simbol keterlibatan Indonesia dalam isu perdamaian global. Pemerintah ingin memastikan peran Indonesia tidak bersifat pasif. Posisi ini memperlihatkan arah diplomasi luar negeri yang lebih proaktif dan konstruktif.

Komitmen Sejak Awal Pembentukan Dewan

Pemerintah memastikan kehadiran presiden dalam rapat perdana Dewan Perdamaian. Kehadiran tersebut dimaknai sebagai bentuk komitmen Indonesia untuk terlibat sejak awal. Pemerintah menilai forum ini penting dalam menentukan arah kebijakan perdamaian ke depan.

“Dapat kami infokan bahwa sebagaimana disampaikan Pak Menlu, pemerintah telah menerima undangan rapat perdana Board of Peace, dan Presiden Prabowo Subianto akan hadir,” kata Vahd Nabyl Achmad Mulachela. 

Pernyataan ini menegaskan kesiapan Indonesia menghadiri pertemuan perdana. Pemerintah memandang momentum ini sebagai langkah strategis dalam diplomasi internasional.

Nabyl mengatakan kehadiran Prabowo menjadi penegasan komitmen Indonesia untuk berperan aktif sejak awal. Khususnya, dalam menentukan arah dan kerja Board of Peace. Posisi ini dinilai penting agar aspirasi Indonesia terakomodasi.

Fokus Perlindungan Sipil dan Perdamaian Palestina

Indonesia menegaskan akan menggunakan forum Dewan Perdamaian untuk mendorong agenda kemanusiaan. Isu perlindungan warga sipil menjadi perhatian utama dalam keterlibatan tersebut. Pemerintah juga mendorong pemulihan dan rekonstruksi wilayah terdampak konflik.

“Indonesia akan menggunakan Board of Peace untuk memperjuangkan perlindungan warga sipil, mendorong pemulihan dan rekonstruksi Gaza, serta mengupayakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina berdasarkan solusi dua negara,” tuturnya. 

Pernyataan ini menegaskan posisi Indonesia dalam isu kemanusiaan global. Pemerintah menilai solusi dua negara sebagai fondasi perdamaian jangka panjang.

Keterlibatan dalam forum ini diharapkan memperkuat suara Indonesia di tingkat global. Pemerintah ingin memastikan bahwa pendekatan damai tetap menjadi prioritas utama. Forum ini dipandang sebagai ruang diplomasi yang strategis untuk menyuarakan keadilan internasional.

Undangan Resmi dan Harapan Diplomatik

Pemerintah sebelumnya telah mengonfirmasi adanya undangan resmi untuk rapat perdana Dewan Perdamaian. Undangan tersebut diterima dan menjadi perhatian serius dalam agenda diplomasi luar negeri. Kehadiran presiden dinilai akan membawa bobot politik yang lebih kuat.

“Ada undangannya. Belum tahu hadir atau nggak, nanti kita sampaikan kalau sudah ada kepastian,” kata Prasetyo Hadi. Pernyataan ini menggambarkan proses konfirmasi awal sebelum kepastian kehadiran diumumkan. Pemerintah tetap mempersiapkan langkah diplomatik yang matang.

Forum internasional ini juga dipandang sebagai peluang memperluas kerja sama lintas negara. Pemerintah melihat ruang dialog terbuka untuk memperkuat hubungan bilateral. Momentum ini diharapkan memberi dampak positif bagi kepentingan nasional.

Peluang Kerja Sama dan Agenda Ekonomi

Kehadiran presiden dalam forum internasional juga diharapkan membuka ruang pembahasan agenda ekonomi. Pemerintah memandang diplomasi politik dapat berjalan seiring dengan penguatan hubungan dagang. Momentum pertemuan global sering dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama strategis.

“Kalaupun Prabowo hadir, Prasetyo berharap kegiatan ini sekaligus penandatanganan tarif dagang AS-Indonesia,” ujarnya. Pemerintah menilai pertemuan tersebut dapat menjadi kesempatan memperkuat kemitraan ekonomi. Agenda dagang diposisikan sebagai bagian dari diplomasi menyeluruh.

Diketahui, saat ini, Indonesia tengah menunggu jadwal pasti kapan pelaksanaan penandatanganan kesepakatan itu digelar. Pemerintah berharap proses tersebut dapat segera terealisasi. Penguatan kerja sama ekonomi diharapkan memberi dampak positif bagi hubungan bilateral jangka panjang.

Terkini