JAKARTA - Penguatan kesiapan aset operasional menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran tugas satuan.
Pemeriksaan kendaraan dinas dilakukan sebagai upaya memastikan kesiapan personel dalam menjalankan tanggung jawab lapangan. Momentum peringatan Hari Ulang Tahun Polisi Militer Angkatan Laut ke-80 dimanfaatkan untuk memperkuat budaya disiplin.
Pangkalan TNI Angkatan Laut Sangatta melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan dan kelengkapan kendaraan dinas dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Polisi Militer Angkatan Laut ke-80 pada 12 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kendaraan dinas siap digunakan dalam berbagai kegiatan operasional. Pemeriksaan dilakukan untuk menjaga standar keselamatan dan kelaikan kendaraan.
Langkah ini mencerminkan perhatian satuan terhadap perawatan aset negara. Kendaraan dinas diposisikan sebagai sarana vital dalam mendukung tugas pokok. Oleh karena itu, kesiapan teknis menjadi fokus utama pemeriksaan.
Pelaksanaan Pemeriksaan di Markas Komando
Kegiatan pemeriksaan dipusatkan di Lapangan Apel Markas Komando Lanal Sangatta. Pelaksanaan kegiatan dipimpin langsung oleh Komandan Lanal Sangatta Letkol Laut (P) Yahya Junarko, S.T., M.Tr.Opsla. Kehadiran pimpinan menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi seluruh personel.
Pemeriksaan merupakan bagian dari rangkaian Pekan Disiplin di lingkungan satuan. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh aset kendaraan dinas, baik roda dua maupun roda empat, dalam kondisi prima. Standar keselamatan dan kelengkapan administrasi menjadi perhatian utama.
Melalui kegiatan ini, satuan menanamkan kebiasaan tertib dalam pengelolaan aset. Pemeriksaan rutin diharapkan membentuk budaya tanggung jawab bersama. Setiap personel diingatkan akan pentingnya perawatan kendaraan dinas.
Penegasan Makna Disiplin dan Tanggung Jawab
“Pemeriksaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk pertanggungjawaban kita dalam memelihara sarana prasarana satuan. Menjelang HUT Pomal ke-80, kita ingin memastikan seluruh personel memiliki kesadaran tinggi dalam disiplin berlalu lintas dan perawatan aset negara,” ujar Danlanal di sela-sela inspeksi. Pernyataan ini menegaskan bahwa kegiatan memiliki makna pembinaan sikap dan tanggung jawab.
Disiplin berlalu lintas dipandang sebagai bagian dari profesionalisme prajurit. Perawatan aset negara juga menjadi indikator kedewasaan organisasi. Keduanya saling berkaitan dalam menunjang kinerja operasional satuan.
Pesan tersebut diharapkan membangun kesadaran kolektif di lingkungan satuan. Setiap personel didorong untuk menjaga kendaraan dinas sebagai tanggung jawab bersama. Nilai kedisiplinan ini menjadi fondasi dalam pelaksanaan tugas.
Proses Pemeriksaan Teknis Kendaraan
Tim pemeriksa melakukan pengecekan mendalam terhadap berbagai aspek teknis kendaraan. Aspek yang diperiksa meliputi kondisi mesin, sistem pengereman, lampu-lampu, kebersihan kendaraan, hingga kelengkapan administrasi kendaraan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kelaikan operasional.
Langkah teknis ini bertujuan mencegah potensi gangguan saat kendaraan digunakan. Kondisi kendaraan yang prima dinilai dapat meminimalkan risiko kecelakaan. Pemeriksaan administrasi juga memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Melalui pengecekan terperinci, satuan dapat mengidentifikasi kebutuhan perbaikan lebih dini. Setiap temuan menjadi bahan evaluasi perawatan rutin. Pendekatan preventif ini memperkuat kesiapan operasional satuan.
Dampak Positif bagi Profesionalisme Prajurit
Kegiatan Pekan Disiplin diharapkan dapat meminimalkan angka kecelakaan lalu lintas serta pelanggaran hukum yang melibatkan prajurit. Dengan kondisi kendaraan yang siap sedia, satuan optimis dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi operasional secara maksimal di wilayah kerja Kutai Timur. Kesiapan ini menjadi modal penting dalam mendukung keamanan wilayah.
“Pemeriksaan berjalan tertib dan lancar, ini adalah bentuk komitmen para prajurit Lanal Sangatta dalam menjaga profesionalisme dan disiplin sebagai abdi negara.” Pernyataan ini mencerminkan suasana kegiatan yang kondusif. Komitmen bersama menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan pemeriksaan.
Dampak positif kegiatan ini diharapkan berkelanjutan. Budaya disiplin dan kepedulian terhadap aset negara terus diperkuat. Langkah ini mendukung citra profesionalisme prajurit di lingkungan tugasnya.