Bank Jateng Perkuat UMKM Warteg Lewat Literasi Keuangan

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:40 WIB
Bank Jateng Perkuat UMKM Warteg Lewat Literasi Keuangan

JAKARTA - Upaya mendorong kesejahteraan pelaku usaha kecil terus diperluas melalui pendekatan kolaboratif. 

Bank Jateng Cabang Jakarta bersama Himpunan Pedagang Warteg Indonesia (HIPWIN) memberikan penguatan literasi dan inklusi keuangan kepada para pedagang warung tegal (warteg) untuk mendorong kesejahteraan para pelaku UMKM. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat fondasi pengelolaan keuangan usaha harian.

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Bank Jateng Cabang Jakarta, Jakarta Selatan, Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum HIPWIN Rojikin beserta jajaran pengurus lainnya. Forum tersebut menjadi ruang dialog antara perbankan dan komunitas pelaku usaha.

Melalui pertemuan ini, kedua pihak menyepakati pentingnya sinergi berkelanjutan. Literasi keuangan diposisikan sebagai kunci penguatan kapasitas usaha. Inklusi keuangan diharapkan memperluas akses pelaku warteg terhadap layanan perbankan.

Komitmen Bank untuk Dampak Nyata

Dalam sambutannya, Pemimpin Bank Jateng Cabang Jakarta Anugrah Sigit Yanuar menegaskan komitmen bank untuk memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pernyataan ini menekankan orientasi program pada hasil yang terukur bagi pelaku UMKM. Bank menempatkan peran sosial sebagai bagian dari misi bisnis.

Salah satu poin utama yang ditawarkan adalah fasilitas kredit dengan bunga yang sangat kompetitif. Sigit menyatakan keyakinannya bahwa Bank Jateng mampu memberikan solusi pembiayaan yang lebih meringankan beban para pengusaha. Pendekatan ini diarahkan untuk mengurangi hambatan akses modal kerja.

“Kami meyakini angsuran di Bank Jateng harus lebih murah. Harapannya, kerja sama ini betul-betul bisa kita wujudkan agar para pengusaha Warteg semakin sejahtera,” ujar Sigit. Pernyataan tersebut menegaskan fokus pada keringanan pembiayaan. Skema ini diharapkan membantu arus kas pelaku usaha.

Digitalisasi Layanan untuk Operasional Harian

Selain pembiayaan, Bank Jateng juga memperkenalkan berbagai layanan digital dan solusi perbankan modern guna mendukung operasional harian anggota HIPWIN. Pendekatan digital dipilih untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan pencatatan. Layanan ini ditujukan agar pengelolaan usaha menjadi lebih tertib.

Layanan tersebut mencakup penerapan QRIS untuk memudahkan transaksi pembayaran non-tunai yang aman dan cepat. Selain itu, disediakan solusi tabungan yang memberikan kemudahan bagi para pengusaha dalam mengelola hasil usaha mereka. Kombinasi layanan ini dirancang untuk memperkuat disiplin keuangan.

Pemanfaatan teknologi perbankan diharapkan memperluas pilihan transaksi bagi pelanggan warteg. Sistem non-tunai juga memberi kemudahan dalam pencatatan omzet harian. Efisiensi ini diharapkan berdampak pada peningkatan produktivitas.

Dukungan Komunitas dan Program Sosial

Kerja sama itu juga mengusung prinsip dukungan komunitas, di mana keuntungan yang diperoleh Bank Jateng nantinya akan dikembalikan dalam bentuk dukungan nyata terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh HIPWIN. 

Skema ini menempatkan kemitraan sebagai hubungan saling menguatkan. Dukungan tersebut diharapkan memperbesar dampak sosial program.

Bank Jateng juga memaparkan program sosial tahunan berupa mudik gratis. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta pemerintah kabupaten dan kota setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap para perantau. Inisiatif ini memperluas manfaat kemitraan di luar aspek finansial.

Program sosial diposisikan sebagai pelengkap upaya penguatan ekonomi. Dukungan komunitas memperkuat ikatan antara bank dan pelaku usaha. Pendekatan ini diharapkan menciptakan ekosistem yang saling menopang.

Harapan Pertumbuhan Usaha Berkelanjutan

Sigit berharap dengan meningkatnya literasi keuangan dan dukungan perbankan, omzet anggota HIPWIN dapat terus tumbuh. Pertumbuhan ini diharapkan mendorong penguatan skala usaha secara bertahap. Akses layanan keuangan menjadi faktor penting dalam ekspansi.

Dengan dukungan pembiayaan yang lebih ringan, pelaku warteg diharapkan mampu mengelola modal kerja secara lebih sehat. Pemanfaatan layanan digital juga diharapkan memperkuat transparansi transaksi. Kedua aspek ini menjadi fondasi pengembangan usaha.

Ke depan, kolaborasi ini ditujukan untuk membuka peluang pengembangan bisnis yang lebih luas. Sinergi antara perbankan dan komunitas diharapkan terus berlanjut. Dampak jangka panjangnya diharapkan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM.

Terkini