Danantara

Danantara Dorong Bioetanol Banyuwangi Dukung Transisi Energi

Danantara Dorong Bioetanol Banyuwangi Dukung Transisi Energi
Danantara Dorong Bioetanol Banyuwangi Dukung Transisi Energi

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Danantara mematangkan rencana pembangunan pabrik bioetanol di PG Glenmore, Banyuwangi. 

Persiapan ini mencakup pemantauan lokasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan memastikan proyek berjalan lancar dan sesuai target.

Director of Plantation & Agriculture Danantara, M Abdul Ghani, menekankan pentingnya kesiapan lokasi. Tujuannya agar tahapan pembangunan dapat dilaksanakan tanpa hambatan. Proses ini melibatkan diskusi strategis antara semua pihak terkait.

Pembangunan pabrik bioetanol bukan sekadar pembangunan fisik. Proyek ini menjadi bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional. Pemanfaatan sumber daya pertanian menjadi fokus utama proyek tersebut.

Kolaborasi Pemangku Kepentingan

Dalam kunjungan ke Banyuwangi, Abdul didampingi Direktur Utama PT SGN dan Direktur Strategic Sustainability PT SGN. Turut hadir perwakilan Pertamina New & Renewable Energy untuk memastikan keselarasan langkah. Kolaborasi ini penting untuk mempercepat realisasi proyek secara terukur.

Diskusi dilakukan mengenai tahapan pembangunan dan peletakan batu pertama. Setiap pihak menyepakati peran dan kontribusi masing-masing dalam proyek. Kesepakatan ini memastikan jalannya proyek sesuai rencana.

Sinergi antara Danantara, SGN, dan Pertamina NRE menjadi kunci keberhasilan. Kolaborasi yang kuat mendukung pengelolaan proyek secara efisien. Hal ini juga memperkuat komitmen terhadap pengembangan energi terbarukan.

Strategi Mendukung Kemandirian Energi

Pabrik bioetanol di Banyuwangi dirancang sebagai bagian strategi kemandirian energi nasional. Pemanfaatan bahan baku tebu menjadi sumber energi baru. Proyek ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Abdul menekankan bahwa pembangunan pabrik harus berkelanjutan. Semua kegiatan harus sejalan dengan prinsip lingkungan dan sosial. Dengan demikian, proyek memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan industri.

Selain itu, proyek bioetanol juga mendukung pengurangan emisi karbon. Energi terbarukan menjadi solusi untuk menekan dampak perubahan iklim. Upaya ini sejalan dengan target nasional transisi energi bersih.

Peran PT SGN dalam Pengembangan Bioetanol

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menegaskan kesiapan perusahaan mendukung proyek bioetanol. Dukungan mencakup penyediaan bahan baku tebu hingga penguatan ekosistem industri. Hal ini bertujuan menciptakan nilai tambah berbasis pertanian.

PT SGN juga menyiapkan strategi transformasi industri gula nasional. Proyek bioetanol sejalan dengan upaya meningkatkan produktivitas dan nilai komoditas tebu. Perusahaan fokus pada keberlanjutan ekonomi bagi pemangku kepentingan.

Keterlibatan SGN memastikan pengelolaan rantai pasok berjalan optimal. Mulai dari hulu hingga hilir, setiap tahap diawasi secara terintegrasi. Dengan dukungan penuh, proyek bioetanol memiliki peluang sukses tinggi.

Manfaat Jangka Panjang dan Ekosistem Energi

Pembangunan pabrik bioetanol diharapkan menciptakan nilai tambah bagi komoditas tebu. Selain itu, proyek memperkuat ekosistem energi baru dan terbarukan berbasis pertanian. Hal ini mendorong pengembangan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kolaborasi antarpemangku kepentingan memastikan proyek memberikan manfaat sosial dan ekonomi. Masyarakat sekitar dapat merasakan dampak positif dari penciptaan lapangan kerja. Investasi ini juga membuka peluang bagi pengembangan teknologi energi terbarukan.

Dengan realisasi proyek, Indonesia semakin dekat dengan target transisi energi. Pabrik bioetanol menjadi contoh pengembangan energi berbasis pertanian. Langkah ini menunjukkan integrasi antara industri dan keberlanjutan lingkungan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index